Blitar, 4 Maret 2026 – Memasuki malam ketiga pelaksanaan Pondok Ramadhan gelombang pertama bagi siswa MTsN 10 Blitar di Pondok Pesantren Al-Hikam Wanatani, suasana kebersamaan dan spiritual semakin terasa kental. Sejak tanggal 1 Maret, para siswa telah mengikuti berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah lima waktu, kajian kitab, serta pembiasaan akhlak mulia dalam lingkungan pesantren yang kondusif. Kini, di pertengahan kegiatan, kebersamaan dan kedisiplinan mulai terbangun kuat di antara mereka.

Bapak Dr. Syaikhul Munib, M.Ag. selaku Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, membuka sesi dengan kajian tentang bijak bermedia sosial di era digital. Di hadapan para siswa, beliau mengupas tuntas tantangan dan peluang dunia maya, serta pentingnya menjaga etika dan akhlak Islami dalam berinteraksi di platform digital. “Di era digital ini, kita harus cerdas memilah mana yang bermanfaat dan mana yang mudarat. Jadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran kebaikan, bukan sebaliknya,” pesannya.

Sesi kedua menghadirkan Ibu Adv. Yulis Has, M.H. dari UPT PPA Kabupaten/Kota Blitar. Dengan pendekatan yang humanis dan aplikatif, beliau memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya bullying serta pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Para siswa diajak untuk menjadi agen perubahan yang berani melawan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Kekuatan kita ada pada keberanian untuk bersuara dan melindungi sesama. Jangan pernah diam jika melihat ketidakadilan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Bapak H. Ahmad Tamim, SH.I., MH. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur hadir memberikan motivasi yang membangkitkan semangat juang para siswa. Dengan gaya khasnya yang enerjik, beliau mengajak peserta untuk memaknai Ramadhan sebagai momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. “Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja. Ambil hikmahnya, ubah kebiasaan buruk menjadi baik, dan jadikan bulan suci ini sebagai titik awal kebangkitan spiritualmu,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Kajian malam berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang hidup. Para siswa tampak antusias menggali ilmu dan pengalaman dari para narasumber. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai malam ketiga ini, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Dengan masih tersisa satu hari lagi di gelombang pertama, para siswa akan terus mengikuti rangkaian kegiatan hingga tanggal 4 Maret 2026. Sementara itu, persiapan untuk menyambut gelombang kedua bagi para siswi pada tanggal 4 hingga 7 Maret 2026 telah dimatangkan. Semoga seluruh rangkaian Pondok Ramadhan ini membawa keberkahan dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas spiritual, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.